Kamis, 06 Oktober 2011

Bergaul dengan Orang-orang Soleh


Salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam pergaulan adalah memilih teman. Teman yang soleh akan membawa kepada kebaikan, sebaliknya teman yang buruk akan menjerumuskan kita ke jurang kenistaan.
Tentang pentingnya memilih teman, Rasulullah saw bersabda,
“Perumpamaan teman yang soleh dan teman yang buruk adalah ibarat penjual minyak wangi dan peniup tungku. Penjual minyak wangi bisa memberimu tanpa kita harus membeli, atau (paling tidak) engkau akan mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan peniup tungku bisa membakar pakaianmu atau engkau akan mencium bau busuk darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam menjelaskan hadits ini Imam An-Nawawi berkata, “Hadits ini berbicara tentang keutamaan bergaul dengan orang-orang yang soleh, pelaku kebaikan, tata krama, akhlak mulia, wara’, berilmu, dan mempunyai sopan santun. Sebaliknya, hadits ini melarang kita bergaul dengan pelaku kejahatan, pembuat bid‘ah, suka menggunjing, berbuat dosa, dan sikap tidak terpuji lainnya.”
Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwasanya tindak tanduk seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, yaitu teman-temannya bergaul. Anak yang dalam keluarganya dididik dengan baik, tetapi bergaul dengan teman-teman yang tidak baik, akan menjadi anak yang tidak baik. Sebagai contoh, anak-anak yang di rumahnya dididik dengan baik, tetapi di luar rumah bergaul dengan para pengguna narkoba, maka sedikit demi sedikit anak itu akan menjadi pengguna narkoba. Apalagi jika di rumahnya dia tidak dididik dengan baik, tentu akan lebih cepat masuk ke dalam lingkaran pergaulan yang menyesatkan.
Oleh karena itulah, mencari teman yang baik merupakan suatu keharusan. Sebab, teman yang baik akan menunjukkan ke arah kebaikan, dapat berbagi rasa dalam kebaikan, memotivasi untuk lebih giat beribadah, serta mengingatkan supaya terhindar dari perbuatan yang dilarang agama.
Berteman dengan seorang yang soleh akan mendapatkan berkahnya. Misalnya ketika berteman dengan orang yang senang mengunjungi majlis dzikir, maka otomatis akan ikut senang mendatangi majlis dzikir. Dan, orang yang mendatangi majlis dzikir akan dihapuskan dosa-dosanya oleh Allah swt, meskipun orang itu datang ke majlis dzikir karena keperluan yang lain.
Selain bergaul dengan teman yang soleh, juga penting sekali berteman dengan pelaku kebaikan, seperti para ulama, ahli ibadah, ahli dzikir, dan lainnya.
Abul Fudhail Al-Jauhari berkata, “Siapa yang mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan, maka dia akan mendapatkan berkahnya. Bahkan, seekor anjing yang mencintai dan menemani pelaku kebajikan sekalipun Allah abadikan dalam ayat-ayat-Nya. Anjing tersebut adalah anjing Ashabul Kahfi yang dituturkan dalam surat Al-Kahfi.”
Seorang ahli hikmah berkata, “Barang siapa duduk bersama orang yang baik, ia akan mendapatkan berkahnya. Dan, siapapun yang duduk bersama wali Allah tidak akan sengsara, kendati seekor anjing seperti anjingnya Ashabul Kahfi.”
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwasanya obat hati itu ada lima, yaitu: membaca Al-Qur`an sekaligus mentadabburi maknanya, shalat qiyamullail, berdzikir di malam hari, perut dalam keadaan lapar, dan bergaul dengan orang-orang soleh.
Demikianlah, kita perlu memilih teman bergaul yang soleh. Sebab, banyak manfaat yang akan kita dapatkan dari teman yang soleh, baik manfaat di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, berkawan dengan orang-orang yang berperilaku busuk, akan membawa kita terjerumus pada jurang kesesatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar